Masjid Tiban pangkah (Jamik Ainul Yaqin) Ujungpangkah Gresik
Ujungpangkah merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Gresik yang berada di wilayah paling Utara. Banyak peninggalan dan situs-situs bersejarah yang terdapat di wilayah Ujungpangkah yaitu salah satunya masjid tiban atau sekarang disebut dengan masjid Jamik Ainul Yaqin. Disebut masjid tiban karena masjid ini bahan-bahannya datang dengan sendirinya. Bahan-bahan masjid itu datang secara tiba-tiba di Ujungpangkah.
Menurut syekh Muridin, keturunan kelima Jayeng Katon bin Sunan Bonang Tuban, dalam buku primbon Sunan Bonang bahwa bahan-bahan masjid Ujungpangkah itu kiriman dari sunan Bonang Tuban.Sunan Bonang mengirim bahan-bahan masjid yang berupa kayu gelondongan kepada putranya yang telah lama bermukim di Ujungpangkah dan sebagai penyebar agama Islam.
Jayeng Katon yang merupakan anak dari Sunan Bonang Tuban mendirikan pondok di tepi pantai ujungpangkah. Pondok itu sebagai sarana mengajarkan agama islam kepada penduduk dan pondok itu ditandai dengan adanya batu gilang. Tempat mandi dan wudhu pun dibuat di timur pondok, berupa sumur senggot berukuran 2x3 m yang bening airnya dan beji atau jublangan yang berukuran 3x5 m yang airnya bisa berubah menjadi hijau atau merah delima.
Masjid Tiban atau sekarang yang sering disebut masjid jamik ainul yaqin sudah banyak sekali perubahan, namun bentuk aslinya masih nampak pada bagian depan(barat) yang berupa atap tumpang masjid. Oleh karena itu keberadaannya perlu dijaga, dilestarikan dan dilindungi tidak hanya oleh Masyarakat Ujungpangkah, tetapi juga pemerintah Ujungpangkah karena peninggalan ini merupakan asset budaya yang ada di Kabupaten Gresik.