1. Pada masa pemerintahan hindia belanda dan jepang hak rakyat di bidang agama masih mendapat tempat yang layak walaupun paraktiknya masih banyak pembatasan di sana sini. Kehidupan keagamaan di kabupaten Gresik masih sangat kenal disebabkan banyaknya tokoh agama/ ulama/ kiyai sebagai pelita umat dalam kegelapan.
2. Tidak ketinggalan tokoh agama yang Bernama pengulu/naib merupakan jabatan yang di emban oleh took Masyarakat. Saat itu disamping sebagai pengulu/naib juga bertugas atau di serahi untuk merawat masjid.
3. Pada masa sebelum Merdeka bapak abdul jalil sudah menjabat sebagai penguliu/naib di ujungpangkah menggantikan / meneruskan jabatan orangtuanya. Disamping sebagai pengulu/naib juga bertanggung jawab atas kemakmuran masjid.
4. Pada masa bapak abdul jalil menjabat sebagai pengulu mempunyai pembantu/staf sediantaranya k.abdul majid, dan masduki.
5. Setelah Indonesia Merdeka, jabatan pengulu/naib tidak secara langsung mengurus masjid karena sudah ada badan atau lembaga yang mengurus masjid yang Bernama PPN (pengurus pemelihara masjid). Di masjid jamik ainul yaqin saat itu sudah terbentuk pengurus masjid dann kenaiban / naib sebagai Pembina dan pemimpin.
6. Setelah bapak abdul jalil wafat naib ujungpanghkah di jabat oleh kiyai amin dan giri Gresik (….s.d. 1951) dengan pembantu atau staf; k. abdul majid, sidibyo, diyar dan abdul malik.
7. Jabatan naib setelah kj. Amin pengsiun di jabat oleh bapak pramudi harjo dari daerah tuban (1952 – 1955) dengan pembantu atau staf; k. Abdul majid, diyar, humam, mas anwari, dan abdul malik. Sudibyo pindah ke dukun.
8. Setelah pramudiharjo pensiun, jabatan naib di jabat oleh bapak h. Mashudi dari daerah Mojokerto (1956 – 1965) dengan pembantu atau staf k. abdul majid, diyar, humam, mas Anwari, dan adbul malik.
9. Bapak hj. Mashudi wafat, bapak diyar di angkat menjadi naib menggantikan hj. Mashudi (1965 – 1975) dengan pembantu atau staf; k. abdul majid, humam, mas Anwari, Naufal, qurnain. Abdul malik pindah ke panceng.
10. Pada taun 1975 bapak diyar pindah ke sidayu, bapak humam di angkat menjadi naib manyar. Pengganti bapak diyar adalah bapak h.suhail ridwan dari sidayu (1976 – 1980).
|
11. Pejabat-pejabat kepala KUA ujungpangkah setelah bapak hj. Suhail adalah SBB :
-
- Diyar (1980-982)
- Shohibul Umam (1982-1983)
- Naufal (1983-1985)
- Shohibul Umam (1985-1988)
- Ihsan (1988-1990)
- Mas'ud, Bc. Hk. (1990-1994)
- Mahfudz Hasan (1999-2000)
- Ach. Nafik (1997-1998)
- H. Mas'ud, S.H. (1998-1999)
- Mahfudz Hasan (1999-2000)
- H. Sueb Junaidi (2000-2001)
- Drs. Supriaji (2001-2004)
- Drs. Lukman Hakim, M.Si. (2004-Sek)
|