Perekonomian Kepiting dapat mencakup berbagai aspek termasuk perikanan, budidaya, dan perdagangan Internasional. Kepiting memiliki nilai ekonomi yang signifikan sebagai komoditas yang diminati di pasar makanan laut. Peningkatan permintaan dunia dapat mempengaruhi industri kepiting dan memberikan dampak pada ekonomi lokal di daerah-daerah yang menggantungkan diri pada penangkapan atau budidaya kepiting seperti di Dusun Tajung Desa Pangkah Wetan Proses pembibitan didapatkan dari pemasok. Bibit yang dimasukkan ke penangkaran biasanya sekitar 50kg bibit. Kemudian bibit-bibit kepiting akan diberi pakan berupa limbah ikan dan sejenisnya. Pemeliharannya dilakukan di penangkaran yang telah dimodifikasi dengan menambahkan filter dan alat penambahan oksigen. Setelah kepiting berukuran sekitar 4 ons, akan dilakukan proses penggemukan selama 15-20 hari
Setelah kepiting berukuran besar akan dilakukan panen, biasanya paling banyak mencapai 1 kwintal. Sehari setelah panen harus langsung dijual karena kepiting dijual dalam keadaan hidup, dan jika tidak terjual sampai 5 hari bisa jadi kepiting tidak akan laku dipasaran. Panen kepiting dibagi menjadi 3 bagian, ada kepiting lokalan berukuran sedang, ada juga kepiting berkualitas yang akan dilakukan proses penggemukan, dan ada juga kepiting ekspor.
Harga kepiting lokalan 60rb berisi 6 ekor, biasanya dijual ke warga lokal dan pasar pasar terdekat. Untuk kepiting ekspor berharga 170rb untuk jantan berisi 2-3 ekor dan 300rb untuk betina berisi 2-3 ekor, biasanya dijual ke luar kota, seperti Surabaya, Jakarta, Lamongan dan terkadang juga ekspor ke luar negeri seperti China.